just another thoughts: take me out minggu ini dan take him out minggu kemarin


Written on September 12, 2009 – 5:22 pm | by cararroe-fox

take him out minggu kemarin. sepertinya teori sy benar. semakin keren seorang cewe, semakin sedikit yg akan available buat dia. buktinya, kl cewe2 umur 25+ yang udah mapan, mandiri, dewasa, dan punya kerjaan tetap, banyak yang matiin lampu, no matter how pretty and how adorable the lady is. tapi kalo cewe2 early 20 dengan kerjaan gajelas, asal tampangnya oke aja pasti lampu yg mati dikit banget. ntahlah sy harus bilang para laki2 ini pengecut atau pedofil. mungkin tidak keduanya, tapi … njuk apa istilahnya? tukang listriknya indosiar sudah melakukan kesalahan teknis apa gemana? well. apa salahnya siy being with a lady yg above the league? kl emang ngakunya beneran bisa dan punya yang namanya cinta, tidakkah seharusnya bisa mengusahakan diri biar jadi keren dan bisa menyamai level ke-keren-an si pasangan? tidakkan dengan berusaha itu -bahkan sekalipun nggak dapet yg di-idam2kan- paling enggak itu artinya sudah meng-upgrade diri sendiri menjadi sesuatu yg lebih baik? well. gax ngerti lah sy pokoknya.

(siapa sih orang gila yg nyimpen kangen band di playlist-nya? gax ada yg lebih parah apa?)

an insecure someone yang berkata dengan penuh kebanggaan, “saya suka musik jazz,” usually don’t get jazz at all. well they may know jazz, tapi taruhan seratus ribu, kalau ada kuis “tebak 10 lagu Frank Sinatra berikut ini”, they’re not gonna pass. dan mungkin mereka juga nggak tahu bahwa ada makhluk yg bernama Jamie Cullum. Real group apalagi. if you think Bertha (yang ngajar nyanyi di AFI 1) atau Jason Mraz itu orang jazz, well trust me, they’re NOT. dan i think like hundred times before i really get myself into jazz music -dan sampe sekarang sy masih tidak menjadikan jazz sebagai musik yg sy pertunjukkan- coz trust me, jazz is MUCH more than just the music of the names that i’ve mentioned. jazz is not just not just a bout nyanyi dengan cengkok agak2 ngesot2 diseret2 dan dinamik sf di tiap awal birama … it takes more … brain to get it really done. well. dan kl sy jd purwacaraka, sy bakal memecat si cewe yg ngaku instruktur vokal di sekolah musik purwacaraka itu, dan kemudian menuntutnya dengan pencemaran nama baik. well. it’s just so weird, u know, seeing someone yang berpakaian so dangdut mengaku bahwa dia suka musik jazz. itu seperti … mendengar julia perez mengakui bahwa sebenarnya dia istri Aa’ gym, which can only mean one thing: doesn’t make sense.

take me out minggu ini. bajunya yuanita bagus^^ sy suka dan pingin pakai benernya. boleronya oke. hehehe. dan choky tetap tampan seperti biasa.hehe

cowonya parah2. mulai dari koki pendek yang potensial KDRT (syukurlah semua cewe mematikan lampu), pemain pantomim yang kayanya agak sakit jiwa, sampai hairdresses penggemar ST12 yang … hellouw!! bisa2nya dy menyebut dengan bangga bahwa dy ngefans St12. sy yg denger aja malu … duh. yang lumayan bener gax tll bener juga. yang lain2 sy gax inget, tapi ada residen interna UI yang datang bawa biola dan bilang, “saya suka sekali musik klasik”. dan saat disuruh main biolanya, dy main jesu Joy. iya, Jesu Joy yang do re mi sol fa fa la sol sol do(tinggi) si do(tinggi) sol mi do re mi fa sol fa mi fa re si(rendah) do re sol si re fa mi re mi dst. lagu yang sempat bikin saya hampir ketiduran pas dimainkan dg gitar pas nonton konsernya piiiiiip. yang temponya … sek2. opo kuwi yo … ngisore andante … pokoke lambat banget lah. jadinya y saya tidak mendapatkan pertunjukan skill yg sy harapkan bisa disajikan oleh seorang yang mengaku suka sekali musik klasik. i mean, sy gak tau pasti siapa komposer jesu joy dan dia lagu dari jaman apa, tapi … ntahlah. i just feel like orang seharusnya tidak menyebut dirinya ’suka sekali musik klasik’ just because they know mozart, bethooven, bach, chopin, dan rachmaninov. atau bahkan jika bisa memainkan salah satu komposisi mereka. atau kl mereka mau ky gitu, bisakah mereka melakukannya tidak di TV? atau  paling nggak, jangan pas sy lagi nonton lah. that’ll help a lot, i guess.

oia dink. dan cowo terakhir kiy menjual kisah sedih di hari minggu. bikin ngantuk. dan sy mulai bosen seh benernya ma kisah2 yg dijual: kerja keras dan kisah sedih hari minggu. gax ada cerita lain apa? misalnya, crita kehidupan sehari-hari yang tampak seperti manusia normal gituh …

oh. yg ini tidak berhubungan. sy tidak suka d’masiv, bahkan sebelum mereka kena pmasalahan plagiat itu. they’re simply too plain.

oh dan ini slh satu yg kadang sy lakukan kl nonton cinta fitri: mendubbing. jadi ini kalimat pertamanya emang diucapkan salah satu tokoh di sinetron, tapi lanjutannya siy … sy yg nglanjutin.

miska: kenapa kamu ngliatin aku kaya gitu fit? –> adegan sebenarnya

fitri (adegan tidak sebenarnya): (dengan pandangan waspada) soalnya eyeliner kamu ketebal, Mis. padahal gaji kita kan sama. kenapa kamu dikasih eyeliner sampe 1 cm dan aku cuma 3 mm? ini nggak adil, mis. ini korupsi. pemeran utama sinetron ini tu aku …

miska (dengan senyum penuh kemenangan): ya nggak pa-pa kan fit. lagian kan memang aku lebih cocok dan cantik kalau pakai eyeliner, nggak kaya kamu. sok suci!

fitri (agak memelas): kamu jahat, Mis. kamu jahat …

tentu saja adegan sebenarnya tidak benar2 seperti itu.

ah udah ah. gajelas amat sih ini post-nya.



  1. 2 Responses to “just another thoughts: take me out minggu ini dan take him out minggu kemarin”

  2.   By idola indonesyah on Sep 12, 2009 | Reply

    Post ga jelas dari orang yang ga jelas.
    Take Him Out?
    Take Me Out?
    Cinta Fitri?

    Bleeehhhhhh.

    Hihihihi.

  3.   By cararroe-fox on Sep 13, 2009 | Reply

    aduh abang. mengertilah.
    sy cuma berusaha tidak terlalu detached dari kebudayaan indonesia jaman sekarang …
    hwahahahahaha
    **lame excuse. hwekekek**

Post a Comment