Balada proses menulis


Written on September 28, 2009 – 4:13 am | by cararroe-fox

Nulis novel di tempat umum (mis. rental komputer, warnet, dsb.) sering bikin saya sakit perut. Masalahnya … kadang ada emosi-emosi yang -saat memvisualisasikannya ituh- harus tertahan. jadinya ketahannya di perut. Rasanya perut jadi penuh dan overload gitu. Apalagi kalau adegannya lagi klimaks. aduh. kadang harus nahan nangis juga. Kadang nyesek juga. Dan di sisi lain, kalo lagi nulis novel sy suka lupa makan. jadinya ya … semakin sakit perut. hehehe

sy banyak melakukan monolog (dan visualisasi sih) sebelum menulis cerita. that’s why i need a room yang bener2 kamarku sendiri, dan mengandung full body mirror. waktu dulu aku punya room-mate, monolog-nya cuma bisa waktu malam, kalau mereka udah tidur. kalau sy monolognya siang2, kasian tar mereka jadi terbebani karena merasa harus beli haloperidol. hehehehe. setahun terakhir ini saya punya kamar sendiri -yang mengandung full body mirror- dan yah. sy jadi lbh sering monolog siy. hohoho

kalau nulis review mah … asal review-nya tidak mengandung choky atau edenroth, biasanya nggak ada masalah kalaupun harus dilakukan di ‘ruang terbuka’. hla wong mung tinggal nulis. hehe

karya tulis sy yang paling unbelievable -dalam versi sy loh- adalah skripsi. tapi ya itupun selesainya dibantuin mama. kalau nggak dibantu … duh. tauk deh. secara saya kayanya sangat tidak berbakat untuk menulis anything scientific. hla dosen pembimbing skripsi saya aja pas pertama kali baca draft skripsi sy tu komentarnya, “ini bahasanya terlalu berbunga-bunga. kurang ilmiah.” well. i know. i mean, i used to write blog and diary. what do you expect? you don’t get scientific when writing diaries, right?

i write diary since i was 11. terputus sekitar setengah tahun waktu saya kelas 1 SMA, tapi habis gitu lanjut lagi. Semua diary saya masih ada, tersimpan rapi di kamar kos. hohoho. nama2 kecengan saya dari SD sampe sekarang terdokumentasikan dengan baik di sana. hwakakakak.

i sent a novel to a publisher in january 2009. after a long wait, in early september, it was rejected. hehehe

i wrte on a daily basis. nggak ada manfaat yang signifikan sih kalau diliatnya hari demi hari. tapi kalau diliatnya secara lebih kolektif, ternyata lumayan signifikan juga. Misalnya aja, novel pertama yang aku buat dulu -nggak diterbitkan kok. jelek soalnya. hehe- untuk bikin ceritanya aja, butuh sekitar tiga bulan. editingnya satu tahun. itupun ditolak ma empat penerbit. haha. novel keduaku, bisa selesai dalam waktu dua bulan. editingnya sekitar dua bulan berikutnya, dan -katanya penerbitnya sih- lolos seleksi tahap pertama. tapi nggak lolos seleksi tahap kedua, jadi nggak terbit. hehehe. and now i’m doing the third. lumayan, dalam kira2 dua hari sudah dapat sekitar 20%. semoga benar-benar bisa menjadi 100% pada hari ke-10. hehehe

selain sophie kinsella, mary carter, adhitya mulya, meg cabot, dan paulo coelho, satu penulis lagi yang menurut sy cerdas tajam terpercaya dan bisa dijadikan role model adalah penulis blog ini. sayang tidak banyak yang mengenalnya secara luas. hwakakakak.

well. akhir kata. buat teman2 yang pingin nulis / suka nulis ..

tetaplah bersemangat dalam menulis. jangan menyerah, karena menulis itu proses yang paaaaannjaaaaaannng sekali. semangat!!!



  1. One Response to “Balada proses menulis”

  2.   By idola indonesyah on Sep 28, 2009 | Reply

    Setelah nyanyi sambil pake hulahoop di depan kaca, sekarang monolog? Ough… [kehabisan kata-kata].

    Hey hey, emailkan novel-novelmu dong. Aku janji, tak akan kureject. Ihihihi.

Post a Comment